Minggu, 22 November 2015

Mengendalikan fungsi manajemen serta kekuasaandan pengaruh

1. Mengendalikan fungsi manajemen

Pengertian Controlling (mengendalikan)
Pengendalian manajemen adalah semua usaha perusahaan yang mencakup metode, prosedur dan strategi perusahaan yang mengacu pada efisiensi dan efektivitas operasional perusahaa, agar dipatuhinya kebijakan manajemen serta tercapainya tujuan perusahaan.

Langkah-langkah controlling
- Menentukan standar-standar yang akan digunakan menjadi dasar pengendalian
- Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai
- Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar dan menentukan penyimpangan bila ada
- Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan tujuan sesuai
   dengan rencana

Tipe-tipe controlling dalam manajemen
a) Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal) :
    Pengendalian yang dilakukan oleh aparat atau unit pengendalian yang dibentuk dari dalam
    organisasi itu sendiri (dalam satu atap). Aparat atau unit pengendalian ini bertugas
    mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai
    kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. selain itu pimpinan dapat mengambil
    suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya
    (internal control), misalnya unit kerja Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawasan di tingkat
     departemen.

b) Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal) :
    Pengendalian yang dilakukan oleh aparat atau unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap
    departemen atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar
    yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan terhadap organisasinya.
    Misalnya Konsultan pengawas, Akuntan swasta dan sebagainya.

c) Pengendalian preventif :
    Pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. maksud pengendalian preventif
    adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan atau kesalahan.

d) Pengendalian represif :
    Pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksud dilakukannya
    pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaanagar hasilnya
    tidak menyimpang dari yang telah direncanakan (dalam pengendalian anggaran disebut post-
    audit).

Membuat strategi Controlling untuk organisasi
Menurut Kadarman (2001, hal.161) langkah-langkah proses pengawasan yaitu:
1. Menetapkan standar
Karena perencanaan merupakan tolak ukur merancang pengawasa, maka secara logis hal ini berarti bahwa langkah pertama dalam proses pengawasan adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud disini adalah menentukan standar.
2. Mengukur kinerja
Langkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.
3. Memperbaiki penyimpangan
Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

2. Kekuasaan dan pengaruh

Kekuasaan
Pengertian kekuasaan: Kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian.

Sumber-sumber kekuasaan
Kekuasaan tidak begitu saja diperoleh individu, ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench
   dan Bentram Raven, yaitu :

1. Kekuasaan menghargai (reward power) : kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang
    pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk
    melaksanakan perintah (bonus sampai senioritas atau persahabatan).

2.Kekuasaan memaksa (coercive power) : kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk
   menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan (teguran
   sampai hukuman).

3. Kekuasaan sah (legitimate power) : Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau
    aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak
    menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.

4.Kekuasaan keahlian (expert power) : Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan
   bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak
   dimiliki oleh orang yang dipengaruhi (professional atau tenaga ahli).

5.Kekuasaan rujukan (referent power) : Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok
   yang didasarkan pada identifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang
   dipengaruhi (kharisma, keberanian, simpatik dan lain-lain).

Pengaruh
Pengaruh Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan.

Pengaruh taktik dalam organisasi
Taktik-taktik mempengaruhi (influence tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh
seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau
bawahannya. dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi
dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak
menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan
orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). berbagai alat ukur telah dibuat
untuk meneliti taktik mempengaruhi dan salah satu yang yang terbaik adalah yang dibuat oleh
Yuki dkk, yaitu yang disebut influence Behavior Questionnaire (Yuki, Lespinger, and lucia, 1992).
Hasil penelitian Yuki dkk, menunjukan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam
organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu :
1. Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain
     dengan
     menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
2. Daya-tarik inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang
     lain
     dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau
     gairah pada orang lain.
3. Konsultasi (Konsultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan
     melibatkan orang yang dijadikan terget untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang
     akan dilaksanakan.
4. Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang yang mempengaruhi orang
     lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
5. Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau 
     memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
6. Pertukaran (Exchage), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan 
     sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya
     mengikuti suatu permintaan tertentu.
7. Koalisi (coalition), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk 
     membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
8.  Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan 
      ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
9. Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan 
     menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah
     sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.

Sumber :

http://skirpsitesisdisertasi.com/pengertian_pengendalian_manajemen

http://tugaskuliahku09.blogspot.co.id/2014/02/makalah-controlling-dalam-manajemen.html

http://cynthiakjh.blogspot.co.id/2013/11/kekuasaan-dan-pengaruh.html

http://nonvivit.blogspot.co.id/2013/10/definisi-kekuasaan-sumber-kekuasaan-dan.html

http://prismamika.blogspot.co.id/2012/04/084-5-sumber-kekuasaan.html

https://hestuningikrarini.wordpress.com/2014/12/02/definisi-controlling-dan-langkah-langkah-dalam-kontrol/

http://chorunnisawijayanti.blogspot.co.id/2013/11/kekuasaan-dan-pengaruh-dalam-manajemen.html

Senin, 02 November 2015

Pengorganisasian Struktur Manajemen dan Actuating dalam Manajemen

 A.    Pengorganisasian struktur manajemen

 

1.      Pengertian struktur organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukan adanya pembagian kerja dan menunjukan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

2.      Jelaskan pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen yang meliputi struktur formal  dan informal!
a.       Organisasi formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikakan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
b.      Organisasi informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh: arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD, kemping ke gunung pangrango ramai-ramai dengan teman, dan lain-lain.

3.      Jelaskan manfaat struktur fungsional dan struktur divisional!
Manfaat struktur fungsional:
- Mempergunaka sumberdaya khusus secara efisien
- Supervisi dapat dilakukan lebihh mudah
- Mengembangkan keahliann fungsional
- Mudah memobilisasi ketrampilan khusus
- Memelihara kendali terpusat atas keputusan strategis
- Berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci sebagai unit terpisah

Manfaat struktur divisional:
- Perkerjaan keseluruhan lebih mudah dikoordinasikan prestasi kerja tinggi dapat  
  dipertahankan
- Keputusan lebih cepat
- Lebih mudah untuk menilai prestasi kerja
- Pengembangan dan strategi dekat dengan lingkungan
- Memberikan landasan pelatihan bagi para majer strategis
- Lebih terfokus pada produk, pasar dan tanggapan cepat terhadap perubahan
- Spesialisasi fungsional masih terpelihara pada masing-masaing divisi.

4.      Jelaskan kerugian dari struktur fungsional dan struktur divisional!
Kerugian Struktur Fungisional:
- Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan lambat
- Koordinasi antar bagian atau fungsi tidak terlalu baik
- Inovasi terbatas
- Pandangan terhadap sasaran agak terbatas, anggota organisasi cenderung hanya
  memperhatikan
- Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggungjawab
- Sulit untuk menilai prestasi kerja
- Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antarfungsi

Kerugian struktur divisional:
- Menambah biaya karena adanya duplikasi karyawan, operasi, dan investasi
- Kompetisi disfungsional antardivisi bisa mengurangi kinerja perusahaan secara
  Keseluruhan
- Kesulitan dalam mempertahankan citra perusahaan
- Terlalu menekankan pada kinerja jangka pendek

5.      Kasus organisasi;

KONFLIK ISLAM MODERN DAN ISLAM TRADISIONAL DI INDONESIA

Dialektika Muhammadiyah dan NU dalam sejarah politik Islam di Indonesia, dapat dirunut, paling tidak, sejak lahir tahun 1930-an, melalui MIAI (Majelis Islam A,la Indonesia), sebuah federasi untuk membina kerja sama berbagai organisasi Islam. Kompetisi dan konstelasi kedua tradisi Islam ini, sepanjang Orde Lama dan Orde Baru, tampak dari rivalitas keduanya dalam Masyumi sepanjang tahun 1945-1952 dan di PPP sepanjang tahun 1973-1984, respon terhadap Demokrasi Terpimpin dan Nasakom, serta respons terhadap rezim Orba. Belum lagi persaingan dalam memperebutkan berbagai jabatan politik. Karena itu, dapat dimengerti bila persaingan ini pada akhirnya juga merambah bidang lain, termasuk pendekatan dalam mengembangkan civil society.
Antagonisme politik yang terjadi antara Islam modernis dengan pemerintah yang berlangsung sejak tahun 1960 (ketika Masyumi dipaksa membubarkan diri oleh Presiden Soekarno), membuat kalangan modernis mencoba mencari landasan teologis baru guna berpartisipasi dalam “develomentalisme” Orba. Tahun 1971, dalam Muktamar di Ujung Pandang, Muhammadiyah menyatakan tidak berafiliasi terhadap salah satu partai politik manapun. Hal ini hampir bersamaan dengan wacana yang dikembangkan generasi baru intelektual Islam, yang sejak dasawarsa 1970-an berusaha mengembangkan format politik baru yang lebih menekankan aspek substansial. Motivasi kalangan modernis agar bisa terakomodasi dalam proses pembangunan Orba seperti ini menyebabkan mereka mengembangkan civil society dengan pendekatan Hegelian, yang memiliki ciri (1) lebih menekankan fungsi komplementatif dan suplementatif. Dengan ciri seperti ini, sipil society berfungsi melaksanakan sebagian peran-peran negara. (2) Menekankan pentingnya kelas menengah. Tentu saja kelas menengah yang sedikit banyak bergantung kepada state. Karena sebagaimana lazimnya negara dunia ketiga yang sedang berkembang, state memegang peranan penting dalam seluruh sektor kehidupan.
Pendekatan Hegelian seperti diadopsi oleh Muhammadiyah ini, mendapat kritik tajam dari Alexis de Tocqueville. Ini disebabkan, karena dalam pemikiran Hegel, posisi negara dianggap sebagai standar terakhir. Seolah-olah, hanya pada dataran negara sajalah politik bisa berlangsung secara murni dan utuh, sehingga posisi dominan negara bermakna positif. Dengan demikian civil society akan kehilangan dimensi politik dan tergantung manipulasi dan intervensi negara. Pendekatan Tocquevellian yang diadopsi NU, menekankan fungsi civil society sebagai counter balancing terhadap negara, dengan melakukan penguatan organisasi-organisasi independen di masyarakat dan pencangkokkan civic culture untuk membangun budaya demokratis. Pendekatan Tocquevellian ini digunakan karena sepanjang dua dasawarsa awal Orba, NU tidak memperoleh tempat dalam proses-proses politik. Marginalisasi politik ini, disebabkan karena rezim Orba hanya mengakomodasi kelompok Islam yang mendukung modernisasi, dan itu didapat dari kalangan modernis yang sudah lebih dulu melakukan pembaruan pemikiran politik Islam. Selain itu, tentu saja, akibat rivalitas dengan kalangan modernis yang menjadi kelompok dominan di PPP. Dengan demikian, dapat dimengerti jika sejak muktamar 1984 di Situbondo, NU menyatakan kembali khitah 1926, dan mengundurkan diri dari politik praktis, yang secara otomatis menarik dukungan dari PPP.
Dengan motivasi seperti itu, maka sejak akhir dasawarsa 1980-an, aktivis NU banyak diarahkan pada penciptaan free public sphere, tempat dimana transaksi komunikasi bisa dilakukan warga masyarakat secara bebas dan terbuka. Upaya ini dilakukan dengan cara advokasi masyarakat kelas bawah, dan penguatan LSM. Mereka meyakini, civil society hanya bisa dibangun jika masyarakat memiliki kemandirian dalam arti seutuhnya, serta terhindar dari jaring intervensi dan kooptasi negara. Hal ini dapat dibuktikan dengan mengamati kiprah NU sejak awal dasawarsa 1990-an. Ketika kalangan Islam modernis terakomodasi dlam state (ICMI), Gus Dur mendirikan forum demokrasi, dan aktivitas NU secara umum diarahkan untuk menciptakan ruang publik diluar state dengan banyak bergerak dalam LSM-LSM dan kelompok-kelompok studi. Inilah peran Gus Dur dan NU sebagai kekuatan penyeimbang dan berhadapan vis-à-vis negara. Mereka ini pada awalnya menjadikan Islam modernis yang terakomodasi dalam state sebagai lahan kritik (Hikam:1999). Bagi mereka, modernisme tidak lagi dianggap sebagai satu-satunya sumber gagasan kemajuan dan dipuja sebagai dewa penyelamat bagi peradaban manusia. Karena modernisme itu sendiri terbukti tidak mampu memenuhi janji-janji kemajuannya. Bahkan, dalam beberapa hal, modernisme meninggalkan banyak petaka.

Cara Penyelesaian:
Menurut saya dalam berorganisasi jika ada permasalahan atau konflik yg menyangkut bagi masyarakat banyak hendaklah harus dengan pemikiran yg dingin, cari jalan keluar yang sesuai dengan kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi serta  jangan lupa tidak keluar dari kaidah - kaidah yg sudah ada dalam keorganisasian

Kesimpulan:
Konflik yang semakin mengental antara Islam modern (Muhammadiyah) dengan Islam tradisional (Nahdatul Umat) dengan puncak klimaksnya ketika K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai Presiden RI ke-4, maka emosi politikpun menyusup kedalam gerakan kultural kedua Ormas tersebut. Dimana sebenarnya perbedaan pemikiran kedua ormas itu tidaklah terlalu jauh, karena secara subtantif, kedua aktivis ormas terbesar itu mempunyai titik temu dalam aras mengusung wacana baru yang menyemangati transformasi, inklusivitas, dan progresivitas.

Sejarah membuktikan, perseteruan politik kerapkali meruntuhkan singgasana kultural yang mempunyai komitmen untuk membangun civil society. Hal tersebut dapat dilihat dari retaknya hubungan antara Gus Dur (tokoh NU) dan Amien Rais (Tokoh Muhammadiyah), karena keduanya sedang bertarung dalam domain politik yang implikasinya sangat besar terhadap bangunan kultural yang berkecambah dalam kedua ormas tersebut. Oleh karena itu, harapan besar berada diatas pundak aktivis muda NU dan Muhammadiyah untuk mewujudkan hubungan yang sinergis. Disinilah gerakan kultural dalam kedua ormas tersebut dipertaruhkan.



Sumber:
Afifuddin,M.M. (2012). Dasar-dasar Manajemen. Bandung: ALFABETA. Di akses pada  2 november 2015 dari: http://deaalliqafitri.blogspot.co.id/2013/11/tugas-5-manfaat-kerugian-struktur.html

Manulang, M. (2012). DASAR-DASAR MANAJEMEN. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Di akses pada 2 november 2015 dari: http://deaalliqafitri.blogspot.co.id/2013/11/tugas-5-manfaat-kerugian-struktur.html

Satrio, Putut. (2012). Contoh kasus konflik manajemen organisasiDiakses pada 2 november 2015 dari: http://puthutsatrio.blogspot.com/2012/04/contoh-kasus-konflik-manajemen.html

 

http://www.manajemenn.web.id/2011/08/pengertian-pengorganisasian.html


http://repastrepost.blogspot.co.id/2013/11/pengorganisasian-dalam-manajemen.html


 B. Actuating dalam manajemen

1.     Jelaskan pengertian actuating dalam manajemen!
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa “Actuating merupakan usaha menggerakan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.” Jadi actuating adalah usaha menggerakan seluruh orang yang terkait, untuk secara bersama-sama melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing dengan cara yang terbaik dengan benar.

2.      Jelaskan pentingnya actuating dalam manajemen!
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas.Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, peran, keahlian, dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

3.      Jelaskan prinsip actuating dalam manajemen!
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahan dalam melakukan actuating, yaitu :
a.    Prinsip mengarah pada tujuan Ã Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan.artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.
b.      Prinsip keharmonisan dengan tujuan Ã  Orang-orang bekerja untuk dapat                               memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan   
      perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu.  
      Motivasi yang  baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya 
      dengan cara yang wajar.
c.     Prinsip kesatuan komando Ã  Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk 
     menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan 
     hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya.
  
Sumber:
Covey, Stepehen. R. (1997). The 7 Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia yang sangat efektif) (edisi revisi, alih bahasa Drs, Budijanto). Jakarta: Binarupa Aksara. Diakses pada 2 november 2015 dari: http://alinelizabeth2.blogspot.co.id/2014/11/actuating-dalam-manajemen.html

Halim,Abduldkk.2003.Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Diakses pada 2 november 2015 dari: http://alinelizabeth2.blogspot.co.id/2014/11/actuating-dalam-manajemen.html

Jones, Gareth R. (1995). Organizational Theory : Text and Cases. Addison Wesley. Diakses pada 2 november 2015 dari: http://alinelizabeth2.blogspot.co.id/2014/11/actuating-dalam-manajemen.html

Mulyono. (2008). Manajemen administrasi dan organisasi pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Di akses pada 2 november 2015 dari: http://www.rumahbelajar.web.id/pengertian-dan-fungsi-serta-peranan-actuating-penggerakan/
Stoner, James A.F. et alv. (1995). Managemen (6th Ed). Prentice Hall Inc: Englewood Cliffs. Diakses pada 2 november 2015 dari: http://alinelizabeth2.blogspot.co.id/2014/11/actuating-dalam-manajemen.html



Selasa, 29 September 2015

Tugas 1 Manajemen

1. Apa pengertian manajemen?

jawaban:


Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

2. Apa itu kepemimpinan?

Jawaban:


Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

3. Apa pengertian perencanaan?

Jawaban:


Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

4. Jelaskan langkah-langkah dalam perencanaan!
Jawaban:
a. Skala prioritas
Yang dimaskud skala prioritas adalah urutan kepentingan dari tertinggi sampai terendah. Skala prioritas memegang peranan yangsangat penting sebab skala prioritas ini akan memberikan perhatian yang penuh bagi manajer didalam mengalokasikan sumber daya yang ada sehingga yang diutamakan adalah yang mempunyai prioritas utama (terpenting). Skala prioritas tujuan organisasi menunjukkan tahapan yang hendak dicapai yang disesuaikan dengan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman organisasi. Karena penetapan skala prioritas merupakan keputusan kebijakan maka umumnya manajer menghadapi kesulitan di dalam merumuskannya. Untuk itu biasanya disusun tim yang akan membahas skala prioritas tersebut.
b. Kerangka waktu tujuan
Di dalam kajian analisis studi gerak dan waktu dijelaskan bahwa setiap setiap gerak membutuhkan waktu dan tindakan merupakan kumpulan gerak sehingga tindakan akan lebih banyak waktu yang diperlukan dibandingkan gerak. Dimensi waktu secara tak langsung merujuk pada aktivitas organisasi yang diarahkan oleh berbagai tujuan yang berbeda dan sangat tergantung kepada durasi (penyelesaian) tidankan yang direncanakan. Tujuan jangka pendek dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun sedangkan tujuan jangka menengah dicapai kurang dari 5 tahun, akan tetapi lebih dari satu tahun keterkaitan prioritas dan waktu sangat erat dan keterkaitan itulah maka dapat menetapkan suatu definisi tentang suatu kegiatan atau suatu obyek. Batasan waktu dapat menjadi manajemen berpikir dan bertindak efektif sehingga menghasilkan kinerja yang efektif pula. Dari ukuran (dimensi) waktu maka kinerja organisasi akan dapat diketahui apakah organisasi tersebut telah melakukan tugasnya secara efektif dan efisien. Dalam kaitannya dengan waktu ini pula maka meskipun tujuan organisasi diklasifikasikan kedalam jangka pendek, menengah dan panjang aka tetapi ketiganya sebenarnya mempunyai satu kesatuan yang utuh, karena ketiganya akan saling mempengaruhi. Oleh karena itu perhatian manajemen suatu organisasi tidak dibenarkan hanya berfokus pada salah satu unsur waktu saja.  
c. Konflik di antara tujuan
Organisasi akan berhubungan dengan berbagai pihak yang berkepentingan dan berbagai pihak yang berkepentingan atas organisasi mempunyai berbagai otoritas yang berbeda-beda dari mulai lemah sampai yang kuat. Yang kuat mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan dan kinerja prganisasi. Karena benyaknya pihak yang berkepentingan maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik tujuan organisasi. Oleh karena itu, manajemen dituntut untuk membuat keputusan yang bijak agar pihak yang berkepentingan tidak merasa dikecewakan. Meskipun dengan sebenarnya terdapat tujuan organisasi umumnya tidak akan menolaknya dan manajemen harus mempertimbangkan berbagai kepentingan dan pemusatan dari berbagai kelompok berkepentingan yang berbeda-beda.  
d. Pengukuran tujuan
Tujuaan organisai harus dapat dimengerti dan diterima guna membantu manajemen agar dapat mencapainya. Dalam kenyataannya, banyak orang percaya bahwa tujuan spesifik yang mudah diukur akan dapat meningkatkan kinerja, baik bagi individu maupun bagi organisasi. Dalam kaitannya dengan pengukuranini yang harus diperhatikan adalah di bidang apa yang akan diukur dan apa jenis pengukurannya serta metode apa yang digunakan di dalam pengukuran. Di dalam praktiknya ternyata kinerja manajemen yan efektif memerlukan penetapan pengukuran tujuan diberbagai bidang fungsi kegiatan.  

5. Jelaskan manfaat perencanaan dalam manajemen!
Jawaban:
a. Dipakai sebagai alat pengawasan daan pengendalian kegiatan sehari-hari perusahaan. Perencanaan yang telah disusun dengan baik akan memudahkan para pelaksana untuk mengetahui apakah tindakan mereka menyimpang atau sesuai dengan rencana.

b. Dengan adanya perencanaan yang disusun (tentunya sebelum suatu kegiatan dilakukan) dengan cermat dapatlah dipilih dan ditetapkan kegiatan-kegiatan mana yang diperlukan dan mana yang tidak.


c. Dengan adanya rencana, segala kegiatan dapat dilakukan secara tertib dan teratur sesuai dengan tahap-tahap yang semestinya.
 

6.  Jelaskan jenis perencanaan dalam organisasi!

Jawaban:
 
Jenis perencanaan dalam organisasi Menurut Marwan Asri dan John Suprihanto bahwa perencanaan dapat dipecah menjadi beberapa macam:
a. Menurut jangka waktunya:
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelonpokkan menjadi:        
1. Perencanaan jangka panjang           
2. Perencanaan jangka pendek

b. Menurut ruang lingkupnya:
Menurut ruang lingkupnya, perencanaan dapat dibagi menjadi 3 macam:     
1. Perencanaan fisik
2. Perencanaan fungsional  

3. Perencanaan menyeluruh
c. Melihat tingkat hierarkis ada 3 jenis perencanaan:
1. Perencanaan Strategis          
Perencanaan strategis yaitu suatu proses dimana eksekutif atau top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan.
2. Perencanaan Taktis  
Perencanaan Taktis yaitu proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. bagian ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik.  
3. Perencanaan Operasional     
Perencanaan Operasional yaitu perencanaan yang dilakukan pada karyawan tingkat terendah dalam organisasi. Mengidentifikasi prosedur spesifik, dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu rencana dikembangkan dalam waktu yang singkat.  

7. Buatlah perencaan dalam organisasi!

Jawaban:
a. Membuat strategi
Dalam membuat suatu perencanaan di dalam suatu organisasi tentunya sangat-lah dibutuhkan suatu strategi serta cara-cara yang jitu. Tanpa adanya strategi maka akan sulit untuk dapat mencapai target-target tertentu dikarenakan strategi memegang peranan penting dalam tercapainya suatu tujuan organisasi.  
b. Membuat target
Dalam suatu organisasi diperlukan adanya suatu target yang ingin dan akan dicapai, tanpa target maka suatu organisasi akan kehilangan arah. Target yang dibuat ini tentu nya harus jelas perumusannya agar secara bersama-sama anggota suatu organisasi dapat bekerjasama untuk mencapai target yang akan dicapai oleh organisasi tersebut.  

Sumber: